Setrika

ironing3

Sehelai pakaian terbentang di lantai beralaskan selimut. Setrika disapukan di atasnya ketika suhu telah cukup panas. Baris demi baris kusut yang ada padanya mulai ditangani. Sementara itu ingatan mulai mengambang dan lari dari jalur semestinya. Semakin jauh ia pergi, semakin banyak luka itu kembali datang, meninggalkan rasa nyeri di hati. Sesuatu yang basah telah menumpuk di pelupuk mata, terkadang jatuh satu hingga dua tetes.

Continue reading “Setrika”

Proyeksi

Keanehan lain menyusul, yakni jawaban muncul dengan sendirinya tanpa proses berpikir: memang ini jalannya. Itukah yang dinamakan firasat? Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin berpisah dengan diri sendiri?

Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cintai.

Dee – Peluk