Empati

Malam itu untuk pertama kalinya lagu itu terdengar. Kata-kata sederhana nan apik dibalut dengan lantunan musik yang indah. Shazam pun dalam sekejap menampilkan “Rectoverso – Curhat Buat Sahabat” di layarnya. Lenyap rasa heran itu sesaat.

Belum lama ini rak buku memang sedikit terobrak-abrik. Sebuah buku menjadi tujuan pencarian. Tangan ini membolak-balik lembarannya hingga menemukan kata-kata ajaib yang dimaksud. “Ya. Sebotol mahal anggur putih ada di depanmu, tapi kamu tak pernah tahu. Kamu terus menanti. Sebotol air putih.”. Lagi. Seperti yang pernah tertulis beberapa tahun sebelumnya.

Waktu sengaja disisihkan kembali untuk mendengar. Membaca setiap yang tertulis di dalamnya. Lalu diri ini kembali menjadi manusia tanpa diminta. Raga yang terlalu jauh melangkah kembali dikuasai. Empati yang orang bilang terlalu besar, naif, dan bodoh itu ternyata akan terus menjadi bagian dan tidak akan pernah hilang dalam jiwa.

Ternyata ada dusta yang pernah terucap. Janji untuk tidak mempedulikan lagi apa yang orang lain rasakan tidak akan pernah terwujud sepenuhnya. Beberapa hal yang terjadi memang ditakdirkan tidak untuk dilupakan. Hanya perlu sedikit ocehan dan gelak tawa untuk membuat segalanya terasa biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s