The Zahir

Perlu beradapatasi kembali dengan bahasa dan kata-kata yang digunakan dalam buku ini, setelah saya sadar bahwa sastra terakhir yang saya baca adalah Rectoverso, berbulan-bulan yang lalu.

Mengisahkan seorang suami yang tiba-tiba ditinggal oleh istrinya tanpa sebab yang jelas, membuat lelaki itu menjadikan istrinya sebagai Zahir-nya.

Selain membuat saya sadar bahwa saya ternyata punya banyak Zahir, buku yang dikarang oleh Paulo Coelho–yang juga merupakan pengarang dari The Alchemist–ini juga (menurut saya) tidak bisa dibaca dengan cepat, seperti kebanyakan buku fiksi lainnya. Ternyata saya diharuskan membaca setiap kata demi kata agar dapat memahami isi dari buku ini.

Dan yang paling saya sukai, banyak filosofi hidup, kutipan perumpaan serta pemikiran-pemikiran luas tentang makna kehidupan dari sang pengarang yang tersisip di dalam buku ini. Saya terkejut saat menyadari bahwa ternyata hampir semua yang ada di dunia ini mengalami hal yang sama. Tak ada yang mengira kan kalau ternyata jalannya suatu pernikahan  mempunyai konsep yang sama dengan konstannya jarak antar rel kereta api di seluruh dunia?

Paulo akan membuktikannya. Dan ternyata ia bukanlah seorang pengarang yang hanya bisa menuliskan teori dari pemikiran hebatnya di atas kertas, melainkan seseorang yang bisa menerapkan teorinya itu langsung pada wanita yang sangat ia cintai. Saya dapat menyimpulkan hal tersebut saat membaca halaman Persembahan di halaman-halaman awal.

Dan hal terakhir yang harus diluruskan, bahwa buku ini bukanlah bacaan orang tua seperti yang umumnya orang-orang kira, melainkan bacaan orang-orang yang berpikiran dewasa.

Advertisements

4 thoughts on “The Zahir

  1. Dan hal terakhir yang harus diluruskan, bahwa buku ini bukanlah bacaan orang tua seperti yang umumnya orang-orang kira, melainkan bacaan orang-orang yang berpikiran dewasa.

    ..dan juga berpikiran terbuka.. :mrgreen:

    1. pastinya dong mba tika, kalo ngga berpikiran terbuka kita ngga bakal bisa nerima pemikiran dari si penulis karena terlalu yakin sama apa yang selama ini kita percayai, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s