Divortiare

Divortiare. Buku yang tadinya gue beli dengan terpaksa. Waktu itu soalnya budget lagi mepet, tapi lagi pengen bacaan baru, tiba-tiba gue liat ada satu sisi rak Gramed yang isinya buku Divortiare semua. Kalo banyak gini, mungkin bagus & terkenal. Akhirnya gue beli.

Ceritanya tentang cewe bernama Alexandra, seorang bankir, yang tak pernah menyangka bahwa pernikahannya dengan Beno (dokter bedah) yang baru berjalan 2 tahun harus berakhir. Lexy menganggap Beno terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tak punya waktu untuk bersamanya. Akhirnya setelah beberapa tahun bercerai, Lexy kembali menjalin hubungan dengan teman lamanya, Denny. Namun saat Denny mulai menunjukkan keseriusan dalam hubungan itu, Lexy malah merasa bingung dengan perasaannya, apakah mungkin percerainnya dengan Beno dahulu hanyalah akibat ego dirinya sendiri, karena memang dokter bedah dituntut untuk selalu bersama pasiennya, apalagi ketika itu Beno baru saja menyelamatkan nyawa Ibunya Lexy yang punya penyakit jantung.

Di akhir cerita Lexy yang masih dibayang-bayangsi sosok mantan suaminya akan dihadpkan pada pilihan, antara memulai hidup baru bersama Denny, atau tetap bertahan menjalani kesendiriannya.

Pertama kali gue baca langsung suka sama gaya bahasanya. Asik. Bahasanya dewasa. Banyak kata-kata kiasan yang bagus. Apalagi pas Denny ngelamar Lexy. Bukan “Yang, kamu mau ngga jadi istriku?” (basi woy), tapi…ah baca sendirilah :”>

Pokonya buku ini bedalah sama bahasa buku-buku teenlit yang lain. Emang sih, ini bukan buku teenlit, tapi metropop. Sedikit lebih dewasa. Misalnya nih, kalo di buku teenlit ada yang nyindir jawabnya “Aah, kamu bisa aja,”, kalo di Divortiare “Setan, lo”. Hahaha. Ngga tau kenapa ngebacanya bikin gue ngerasa ikut puas :mrgreen:

Di buku ini juga banyak nyelipin kalimat-kalimat berbahasa Inggris. Banyaak banget. Terutama quotes-quotesnya. Bikin gue jadi pengen make bahasa Inggris dikit-dikit juga. Usut punya usut, ternyata mba Ika Natassa ini memang aslinya menulis novel ini dalam bahasa Inggris. Jadinya, semua novelnya sebelum diterbitkan harus ditranslate dulu. Wow hebat!

Commitment is a funny thing, you know? It’s almost like gettting a tattoo. You think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep. Tapi kemudian meungkin kita tiba di satu titik ketika yang ada hanya kebencian luar biasa ketika melihat tato itu, and all you wanna do is get rid of it. So then you did

Gue rasa yang kaya gitu ngga berlaku buat tato aja deh…

Advertisements

14 thoughts on “Divortiare

  1. @ kebo : actually gue juga belom selese baca sih, hehehe

    @ mihael ellinsworth : hahaha, selera kita beda ya 😉 . eh, tapi bener lho gue penasaran pengen baca supernova

    @ fitra : dewasa? hahaha

    @ agunk agriza : lah, buku ini aja dibeli pas budget mepet :mrgreen:

  2. Wah saya ndak suka baca novel, ga ada gambare soale 😛
    *masih setia dgn buku pelajaran*
    BTW gaya bahasane ganti nih, dari pake kata “saya” jadi pake kata “gue”? 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s