Jepang Mencontoh Indonesia

Jelek-jelek gini ternyata Jepang meniru Indonesia lho! Yang pasti bukan soal teknologi, karena jelas-jelas terkena Jepang jauh berada di atas Indonesia. Ternyata Jepang meniru hal kecil yang selama ini tidak diperhatikan kita.

Advertisements

Jelek-jelek gini ternyata Jepang meniru Indonesia lho! Yang pasti bukan soal teknologi, karena jelas-jelas terkena Jepang jauh berada di atas Indonesia. Ternyata Jepang meniru hal kecil yang selama ini tidak diperhatikan kita.

Ya, Kerukunan Beragama. Hal yang menurut kita sudah menjadi kehidupan sehari-hari ini ternyata menjadi panutan Jepang. Negara maju tersebut telah mengutus para peneliti dari Bunkyo Uneversity, salah satunya adalah Prof. Nakamura.

Kerukunan Antar Agama

Beliau mengatakan sampai saat ini, Jepang masih belum mengerti secara pasti bagaimana sistem kerukunan di Indonesia, khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan, karena berhasilnya daerah tersebut menjadi fasilitator perdamaian dua daerah yang mengalami konflik di Indonesia Timur, yakni Sulawesi Tengah, Poso, Ambon, dan Maluku.

Para peneliti Jepang tersebut akan meneliti bagaimana cara daerah di Indonesia menyelesaikan suatu konflik antar agama, dan bagaiman memulihkan kondisi setelah konflik itu selesai. Penelitian ini akan melibatkan tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Diharapkan setelah didapatkan data primer, masyarakat Jepang akan mengerti tentang kerukunan beragama dan dapat menerapkan sistem tersebut.

Negara Indonesia sengaja dipilih menjadi tempat penelitian karena negara ini pernah goyah karena konflik agama, namun setelah terselesaikan, solidaritas antar agama justru semakin kuat. Selain Indonesia, negara lain yang menjadi tempat penelitian antara lain adalah Iran, Bangladesh, Pakistan, India Turki.

Sekali lagi kita boleh berbangga dengan Indonesia 🙂

8 thoughts on “Jepang Mencontoh Indonesia

  1. Assalaamu ‘alaekum
    Ane bangga, ane bangga… Sekalipun kalo kita mao jujur, kerukunan antar ummat beragama di kita masih seperti api dalam sekam, seperti bom waktu. Karena kerukunan yang nampak ke permukaan sebenarnya semu. Fanatisme sempit keagamaan masih menjadi ciri masyarakat kita. Coba kita lihat bagemana reaksi komunitas masyoritas agama tertentu ketika mendapati adanya kegiatan ibadah atau pendirian rumah ibadah agama laen.

    Sebage bangsa dengan mayoritas penganut Islam, sekudu-na ummat Islam tampil di depan dalam membangun kerukunan antar ummat beragama.

    Ane sepakat dan ngedukung cita-cita yang diusung Nahdlatul Ulama dalam harlah-nya yang ke 82 kemaren, tentang Islam Rahmatan lil ‘alamin. Bahwa Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Islam mengajarkan kasih sayang, bukan kekerasan. Islam mencintai perdamaian, bukan permusuhan.

    Islam di Indonesia harus tampil ke muka sebage mayoritas yang melindungi, bukan mayoritas yang menindas. Nah, mari kita jaga kepercayaan bangsa laen kita yang telah memberikan apresiasi positif bahwa Republik ini telah mampu menyelesaikan konflik keagamaan dan merekatkan kembali kerukunan antar pemeluk agama. Caranya??? Mari belajar menjadi penganut agama yang menghormati dan menghargai penganut agama laen yang berbeda.

    Demikian makalah ini ane sampeykan, semoga sodara-sodara mengerti adanya. Terimakasih, salam pedes dari ane…

    *dijitak*
    :mrgreen:

  2. ternyata ada jg yg bisa ditiru dr negeri kita ini…(bangga)
    yaiyalah…pokoke right or wrong this is my country..
    tu bintang david sebenernya bukan bintang david (lho? bingung). lambang itu ga da hubungannya sm nabi daud. bisa2an kaum zionis aja.(ada tuh bukunya tapi aku lupa judulnya).itu lambang kaum Qabala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s