Larangan Berjilbab yang lagi Ngetrend di Dunia

moslem woman

Aneh deh. Dibilang negara-negara maju di dunia adalah negara demokrasi, yang memperjuangkan hak rakyatnya. Bagaimana bisa itu semua bisa diwujudkan apabila hak menunaikan kewajiban dalam suatu agama saja dilarang? Salah satunya adalah mengenakan jilbab. Berikut ini adalah beberapa negara yang melarang penduduknya berjilbab.

Advertisements

moslem woman

Aneh deh. Dibilang negara-negara maju di dunia adalah negara demokrasi, yang memperjuangkan hak rakyatnya. Bagaimana bisa itu semua bisa diwujudkan apabila hak menunaikan kewajiban dalam suatu agama saja dilarang? Salah satunya adalah mengenakan jilbab. Berikut ini adalah beberapa negara yang melarang penduduknya berjilbab.

Pertama Turki. Kita semua tahu Turki adalah negara muslim. Namun negara tersebut melarang mahasiswanya untuk mengenakan jilbab ke kampus. Demi mempertahankan jilbabnya, banyak gadis berjilbab yang akhirnya putus sekolah dan lebih memilih tinggal di rumah daripada pergi ke kampus dengan rambut terurai. Namun, alhamdulillah larangan ini akhirnya dicabut oleh Parlemen Turki. Melalui pemilihan suara, dari 550 anggota parlemen, 401 menyetujuinya, 101 menolak, dan sisanya entah ke mana. Kini setelah larangan dicabut, mahasiswa berjilbab bisa kembali kuliah dengan memakai jilbabnya 🙂

Negara lainnya adalah Jerman. Bukannya masalah ini terselesaikan, tetapi malah lebih parah. Daerah larangan berjilbab di Jerman semakin meluas. Dari 16 negara bagian, 8 negara bagian telah memberlakukan larangan tersebut. Dikatakan larangan berjilbab diadakan untuk menghindari seseorang dari pengaruh. Tidak jelas pengaruh apa yang dimaksud. Dewan Muslim di Jerman berpendapat larangan itu diskriminatif karena tidak diberlakukan di semua agama. Jika seorang muslim dilarang menampilkan identitas agamanya, maka mengapa umat Kristen diperbolehkan memakain simbol salib?

Tak lupa di Perancis. Namun larangan ini lebih adil, karena diberlakukan pada semua agama. Presiden Perancis, Jacques Chirac telah memberlakukan suatu undang-undang yang melarang penggunaan jilbab Muslimah, topi Yahudi, dan salib besar Kristen di sekolah-sekolah pemerintah Perancis. Tapi yang namanya perintah agama yaa, tetaplah perintah agama. Biarpun diberlakukan pada semua agama, tetapi tetap saja itu menghilangkan hak kita.

Di Belanda, Maret 2006, Geert Wilders yang merupakan salah seorang anggota parlemen sayap kanan menggelindingkan bola liar dengan mengusulkan larangan mengenakan burqa (termasuk juga jilbab) dengan mengatakan bahwa burqa akan menjadi musuh bagi kaum perempuan. Dikatakan bahwa seorang perempuan yang berjalan -jalan di jalan dengan seluruh badan tertutup adalah sebuah penghinaan pada semua orang yang meyakini persamaan hak,” demikian ungkapnya.  Apa yang dilontarkan oleh Wilders berbuntut kepada munculnya peraturan yang melarang pemakaian burqa secara nasional di seluruh wilayah Belanda pada Desember 2006.

Di Inggris, November 2004, jilbab juga kembali dilecehkan. Kali ini dilontarkan oleh institusi tertinggi kedua dalam Keuskupan Inggris. Pernyataan itu berasal dari Uskup York, John Sentanu dalam sebuah wawancara dengan surat kabar British Daily Mail yang menyatakan bahwa jilbab tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan. Masih pada bulan yang sama, senada dengan John Sentanu, Menteri Kebudayaan Mesir, Farouq Hosin, melontarkan pernyataan bahwa jilbab wanita Muslim sebagai bentuk kemunduran dan kembali ke belakang. Farouq mengklaim bahwa Islam tidak pernah mewajibkan jilbab kepada wanita Muslimah. Bahkan dia mengatakan, sekiranya dirinya punya isteri pasti dia akan melarangnya mengenakan jilbab. Pernyataan keduanya pun kontan memunculkan reaksi keras dari berbagai kalangan.

Larangan berjilbab juga diberlakukan di Swedia (seorang pekerja berjilbab dipecat karena tidak mau melepas jilbabnya), Belgia, Spanyol (tuduhan bahwa jilbab adalah simbol penindasan terhadap kaum perempuan. Padahal Spanyol telah mengakui Islam berdasarkan undang-undang kebebasan beragamanya yang disahkan pada Juli 1967), Nigeria (pelarangan jilbab di sekolah dan penggunaan celana panjang dan peci untuk laki-laki),

Bahkan negara Timur Tengah, Tunisia pun memberlakukan peraturan itu. Saat kepemimpinan Presiden Tunisia Habib Bourhuiba, ditahun 1981 Tunisia meratifikasi undang-undang nomor 108 yang melarang wanita Muslimah di Tunisia mengenakan jilbab di lembaga-lembaga pemerintahan. Hingga pada titik klimaksnya, Pemerintah Tunisia telah ‘mengharamkan’ wanita berjilbab ‘masuk’ dan dirawat di rumah sakit negara. Lebih ‘biadab’ lagi, pemerintah telah melarang ibu-ibu hamil melahirkan anaknya di rumah sakit negara lantaran berjilbab. Padahal Tunisia adalah salah satu negara yang menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negaranya, sebagaimana Al-Qur’an juga diturunkan Allah dalam bahasa ini.

Bahkan saking kalapnya dalam aksi pemberangusan segala bentuk simbol jilbab, pada September 2006, pemerintah Tunisia menggelar sebuah operasi pengamanan dengan mengobrak-abrik berbagai Toko yang di dalamnya menjual Boneka berjilbab ‘Fulla’.

Rasanya sedih ketika mengetahui hal ini. Indahnya, saya langsung merasa bersyukur jadi warga negara Indonesia. Sekalipun masih banyak masalah di sini, namun saya kagum atas kebebasan haknya untuk memakai jilbab. 😀

Sumber :

19 thoughts on “Larangan Berjilbab yang lagi Ngetrend di Dunia

  1. kebebasan dalam beragama dan menjalankannya kayaknya belum sebebas di belahan dunia bagian timur. negara boleh maju, kalo peraturan kayak gitu mah…sama juga boong. gak memberikan kebebasan sama warganya.

  2. Padahal pemenang Nobel Budaya adalah Orang Turki yaitu Orhan Pamuk, tp presidenny Recep Tayyip Erdogan yg lg ” Rese ” tahu2 bikin Undang-Undang Wanita dilarang Pake Jilbab, Padahal Negara Amerika y9 dipimpin sm Presiden Bush nggak pernah ngelarang warganya buat pake Jilbab, Udah gitu Pemerintah diturki juga ngelarang mahasiswi di kampus buat pake jilbab, kL ud gini… sama aj dnegara Turki, udah NGGAK ada DEMOKRASINYA, thanks y ud mw approve comment gw, comment bLk k wordpress gw downk, toroblind.wordpress.com, hehehehe

  3. >> Cabe rawit : amien dahh

    >> Mihael “D.B.” Ellinsworth : eh, baru tau aku. thx infonya. itu jg ngga adil sih

    >> ayaelectro : betul, kemajuan suatu negara bukan hanya dilihat dari teknologi, namun juga sikap dan etikanya

    >> toroblind : wah, harusnya si presiden malu tuh 😛

  4. sedikit yang kadang harus berusaha keras untuk kita pahami, bahwa yang bikin larangan terkadang adalah memang mereka yang gak mengerti mengapa mereka bikin aturan itu.. mungkin ada tekanan atau malah luapan ego mereka, entahlah..

  5. Coba lihat foto di artikel ini.
    Seorang wanita berjilbab yang sangat terlihat anggun dengan jilbabnya ya… Jadi bagian mana yang bilang kalau jilbab mengkungkung hak perempuan, menghina perempuan.
    Ah, itu hanya alasan yang dibuat-buat….
    Ya ngga say…

  6. mas di turki mank parlemen dah mutusin bwt cabut tu larangan,
    tp kmudian dimentahkan lagi dengan desakan militer yg sekuler,
    jadi d turki skrng masi dilarang muslimah skul pake krudung.

  7. sungguh merupakan sesuatu yang perlu disesalkan, ternyata semakin maju sebuah negara atau smakin modern dunia, membuat moral an pemikiran para pemimpinnya semakin merosot juga picik, hah… semoga saja muslimah indonesia tdak menglami nasib yang sama karna itu merupakan diskriminasi terhadap sebuh agama.

  8. kalo aku lebih memandang dimana para lsm dan aktivis yang selama ini membela perempuan…
    ketika ada kasus mengenai pelarangan perempuan mengenakan jilbab, tidak ada yang memperjuangkan dimana suara mereka yang mengaku konsen memperjuangkan perempuan……………

  9. @meZa: gak semua orang nasrani seperti itu, sama seperti tidak semua orang muslim teroris. anda melihat semua dari satu kacamata, tidak dari sudut pandang lainnya. jika anda merasakan nasib orang2 non muslim di indonesia, anda akan tahu mengapa mereka memberlakukan hal itu. banyak kaum muslim di indonesia yang mendiskriminasikan orang2 non muslim, khususnya nasrani. terima kasih.
    @missglasses: nice blog!

  10. Aslmkm
    Menurut gue mereka para pemimpin negara mempunyai kepentingan politik yang sangat kuat mengalahkan kepentingan keyakinam agama mereka sendiri.
    Padahal Islam mengajarkan kita selalu mengunakan akal sehat. Wanita adalah letaknya sebuah keindahan, mengalahkan keindahan manapun di dunia ini, jika keindahan itu dijaga dengan sebaik2nya niscaya kedamaian akan terasa.
    Dengan berjilbab wanita muslim telah memberikan kenyamanan bagi lingkungannya terutama dari mata2 pria yg tidak bisa menahan syahwatnya.
    Dengan berjilbab tidak ada kerian yang datang dari hati kaum hawa lainnya.
    Dengan berjilbab kita akan lebih tau batasan2 moral, etika dan tata kerama baik bagi wanita dengan wanita lebih-lebih wanita dengan pria.
    Yang lebih sakral lagi,rambut adalah aurat bagi wanita,sebagaimana aurat yg lainnya dari wanita, ia harus ditutupi dijaga bukan untuk di pamer kepada halayak ramai, contoh kongkrit adalah banyaknya prodak2 kosmeti dan perawatan khusus utk rambut wanita dan pada akhirnya mereka akan berbuat ria, lebih lebih mereka akan lebih berani untuk aurat yang lain.

  11. Menurut saya negara2 yang mlarang wanita menggunakan berjilbab/kerudung tidak menghargai kaum wanita ataukebebasan wanita,masa wanita tanpa busana dijalan diizinkan/diperbolekan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s