Krisis Pangan Negara Agraris

Dari judulnya aja pasti bikin kita tertohok. Aneh memang, negara kita yang dulu sempat diberi julukan ‘Macan Asia’ kini telah rapuh, disebabkan oleh krisis pangan sekarang ini.

Tahu and Tempe GorengKenapa tiba-tiba saya menulis semua ini? Karena saya baru nonton berita, setelah sekian lama nonton sinetron sperti Mentari, Aya Cahaya Aya, sama Kasih. Hahhah. Eh, ehm ehm *pasang muka serius lagi*

Advertisements

Dari judulnya aja pasti bikin kita tertohok. Aneh memang, negara kita yang dulu sempat diberi julukan ‘Macan Asia’ kini telah rapuh, disebabkan oleh krisis pangan sekarang ini.

Tahu and Tempe GorengKenapa tiba-tiba saya menulis semua ini? Karena saya baru nonton berita, setelah sekian lama nonton sinetron sperti Mentari, Aya Cahaya Aya, sama Kasih. Hahhah. Eh, ehm ehm *pasang muka serius lagi*

Di Metro Tv tadi ditayangkan sebuah film pendek tentang kondisi negara saat ini. Ah, emang dasar Metro Tv, pintar-pintarnya dia bikin efek musik dan suara pembaca berita yang membuat saya merasa sediiiih banget nontonnya.

Dimulai dari kasus kacang kedelai yang harganya naik 2x lipat atau bahkan lebih. Dari harga 3500 rupiah menjadi 8000-10000 rupiah. Semua itu bikin petani nyesek, yang pada akhirnya mereka membakar hasil kedelainya, hasil jerih payah mereka sendiri. Dan bukan berimbas kepada petani, tetapi juga pengusaha tahu Sumedang *tau gimana kan kalo tahu Sumedang buaanyaaaaaak banget yang jualan*, yang semuanya di ambang kebangkrutan. Jangan lupakan juga pengusaha warteg yang harus rela menurunkan harga dan memperkecil keuntungannya, hampir bangkrut. Kita pun pada akhirnya akan kehilangan makanan paporit kita selama ini. Kehilangan gizinya yang amat banyak dan rasanya yang enak dengan harga murah. Mungkin slogan 4 sehat 5 sempurna bakal cacat tanpa kehadiran tempe dan tahu. 😛

Belum selesai kedelai, muncul lagi persoalan baru. Terigu! Mahal sekaliiiii! Jika biasanya harga tepung terigu 8000 kini menjadi 13000 rupiah. Lumayan jauh kenaikannya. Kemahalan ini menyebabkan banyak pabrik roti memutar otaknya dengan keras, karena mereka ada di ambang kebangkrutan. Dan untuk kesekian kalinya pun kita akan kehilangan bahan pelengkap masakan paporit kita. No roti, no pisang goreng, no tepuuuung! ~~

Selain itu masih banyak lagi harga barang pokok di negara kita yang melambung jauh. Gas Elpiji *kemarin mencanangkan progam konversi minyak tanah ke gas, gimana bisa lancar kalau gasnya mahal saat ini, akhirnya masyarakat kembali menggunakan minyak tanah*, minyak tanah *nah, masyarakat jadi bingung mo pake apa kalau minyak tanahnya juga mahal, mungkin kembali ke jaman purba kali ya, pake kayu bakar*, beras *noooo! makanan utama kita*, dan maaaasih banyak lagi.

Seandainya Soeharto masih ada, mungkin beliau akan menertawakan SBY atas apa yang sedang terjadi di negara kita saat ini. “Gue aja bisa swasembada pangan, masa swasembada kedelai aja loe susah”, mungkin begitu katanya 😛

huaah, apapun yang terjadi, Chayo buat Pak SBY dehh ^^

18 thoughts on “Krisis Pangan Negara Agraris

  1. Kok jadi nangkep kesan Soeharto bisa berbuat lebih ya? Mungkin juga sih begitu. Tapi bukankah apa yg kita alami sekarang ini adalah warisan dia juga……Swasembada semu, tapi tanpa pondasi yang kokoh…..
    tapi bener juga sih, SBY seharusnya juga bisa berbuat lebih, toh dia dipilih oleh rakyat banyak….tapi entah kenapa dia penakut begitu…?

  2. >>maxbreaker : naik 300 perak. hehheh

    >>bsw : takut? mungkin karena beliau dipilih benar-benar dr rakyat, maka beliaupun takut melakukan hal yang besar kpd rakyat, walaupun hal itu bertujuan baik

    >>AIN : alo juga?

    >>CYNTIA , RIMA, PUPUT, TANTI : ni orang yang sama ya? ;P

    >>TUYUL : namanya bagus, ni orang yang sama juga yah? hahahh

    >>verlita : ya, aku jg ngakuin itu ko, mba ^^

  3. Wong dari dulu yang dipikirin cuma swasembada beras thok! Itupun sekarang ngga swasembada beras lagi. 😛 Swasembada kedelai mana pernah dipikirin?? Ya, jadinya begini deh! :mrgreen:

  4. >> raddtuww tebbu : suruh abeeayang aja yang mimpin 😛

    >> Yari NK : iya, melupakan hal-hal kecil bisa menimbulkan masalah besar juga yaah

    >> Abeeayang™ : kasihaan, belum makan yah?:P

  5. adek-adek, ibu-ibu, bapak-bapak, jangan seneng dulu kalau di zaman Soeharto dulu semua serba murah. dulu zaman soeharto semua subsidi dibayar dengan uang pinjaman dari luar negeri, dengan kata lain, orang ga lulus SD juga bisa nyediain beras murah dimana-mana, kalau dia membiayainya lewat pinjaman. syukurlah sekarang semua subsidi perlahan dikurangi, jadi bakal kelihatan kemampuan sesungguhnya dari orang-orang indon. apakah mereka memang tangguh seperti zaman sriwijaya dulu atau udah keburu lembek akibat soehartoisme. peace………

  6. >> aspoerm : pendapatmu saya terima, halah, yapyap, bener juga sih. pak dokter, dah jawab pertanyaan saya blom? hehheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s